Jakarta, Petrominer — Pemerintah terus mencari inovasi untuk energi baru terbarukan (EBT) yang bisa mengganti bahan bakar fosil. Untuk itu, Pemerintah berharap adanya usulan-usulan dari para pengusaha agar terjadi percepatan pengembangan di Indonesia.

“Energi baru terbarukan adalah suatu keharusan untuk dikembangkan. Bukan malah dijadikan pilihan atau alternatif dari sumber energi fosil,” ujar Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rida Mulyana, ketika meluncurkan The 6th Indo EBTKE Conference and Exhibition 2017 (Indo EBTKE Conex 2017), Rabu (24/5).

Menurut Rida, ketersediaan bahan bakar fosil saat ini semakin menipis. Salah satunya karena tingginya pemakaian BBM untuk transportasi. Di sisi lain, BBM merupakan salah satu elemen yang menggerakan industry transportasi dan industri lainnya.

“Oleh karena itu, saat ini Pemerintah menggencarkan upaya untuk mencari EBT yang diharapkan bisa menggantikan bahan bakar fosil sekaligus mendorong upaya-upaya konservasi energi tanpa menghambat kegiatan industri dan ekonomi,” tegasnya.

Rida mengingatkan bahwa kerjasama internasional mutlak dilaksanakan karena revolusi teknologi energi bersih merupakan keniscayaan global, dan hubungan serta kepercayaan internasional secara timbal balik di bidang energi menjadi hal yang tidak terelakan lagi.

Upaya Terobosan

Dalam kesempatan itu, Dirjen EBTKE juga menjelaskan bahwa penyelenggaraan Indo EBTKE Conex merupakan bagian dari upaya untuk mendorong pemanfaatan EBT. Melalui forum seperti itu, Pemerintah berharap bisa mendapatkan terobosoan bagi pengembangan EBT di Indonesia.

Pertemuan yang memasuki tahun keenam ini akan diselenggarakan Kementerian ESDM bekerjasama dengan Masyarakat Energi Terbatukan Indonesia (METI) pada 13-15 September 2017 mendatang. Kegiatan tahun ini akan dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Indonesia Clean Energy Forum 2017, dengan mengusung tema “Renewable Energy is a Solution for Energy Security and Paris Agreement.”

Menurutnya, acara tersebut akan dikemas dalam bentuk hi-level meeting, pameran, konferensi, forum pemuda dan masyarakat serta pelatihan dalam rangka mendukung upaya-upaya mencari sumber energi bersih. Dalam acara ini, direncanakan International Energy Agency (IAE) sebagai mitra internasional akan turut ambil bagian menjadi co-host.

“Forum ini akan memfasilitasi high level meeting dan menghadirkan para CEO perusahaan sektor EBT. Melalui forum tersebut akan ada agreement untuk energi bersih, sehingga menjadi terobosan bagi percepatan pengembangan energi baru terbarukan Indonesia,” tegas Rida.

ICEF 2017 merupakan kelanjutan Bali Clean Energy Forum (BCEF) 2016. Forum ini bertujuan memberikan solusi dalam mencapai keberlanjutan energi dan kesejahteraan bagi dan masyarakat dunia. Hal ini diwujudkan dengan menstimulasi kerjasama global dengan berbagai negara dan sektor swasta, keterlibatan masyarakat sipil dan pengembangan inovasi.

Sementara itu, Ketua METI Suryadarma menjelaskan bahwa forum ini merupakan kegiatan yang menghadirkan pihak-pihak berkepentingan dalam energi nasional dan internasional. Mereka adalah pemerintah, pelaku industry, pakar energi, serta pemangku kepentingan lainnya dalam satu tempat untuk membahas ketahanan energi dalam kerangka kerjasama regional dan internasional.

“Khusus untuk ketahanan energi nasional, sesi konferensi pada kegiatan tahun ini difokuskan pada upaya-upaya mencari sumber-sumber EBT yang ada di Indonesia. Kami berharap hasil diskusi ini bisa menjadi masukan berharga bagi pemerintah, khususnya terkait Kebijakan Energi Nasional (KEN) dan Rancangan Umum Energi Nasional (RUEN),” ujar Suryadarma.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Penyelenggara, Paul Butarbutar. Dalam sesi konferensi, akan tampil beberapa pejabat atau anggota delegasi dari negara yang dianggap telah berhasil mengembangkan EBT di negaranya. Mereka akan berbagi cerita mengenai kebijakan-kebijakan yang diterapkan untuk mendukung pengembangan EBT.

“Kegiatan ini ditargetkan mampu menarik 5 ribu pengunjung, 45 perusahaan serta 1.750 delegasi dari berbagai negara di dunia,” ujar Paul.

Source : https://petrominer.com/ebt-adalah-suatu-keharusan-bukan-pilihan/, 25 Mei 2017